
Kendal- Pemerintah Kabupaten Kendal Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026, sekaligus memperingati Hari Kearsipan Nasional ke- 55, Rabu (20/5/2026) di Alun-alun Kabupaten Kendal.
Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Kendal, H. Benny Karnadi, Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq, Forkopimda Kendal, Pj. Sekda Kendal beserta para asisten, para Kepala OPD Kendal, serta diikuti ASN dilingkungan Sekda Kendal dan vertikal, mahasiswa, dan siswa SMA sederajat di Kabupaten Kendal.
Dalam amanatnya, Bupati Kendal menyampaikan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia,
Meutya Viada Hafid. Ia mengatakan, tepat pada hari ini, 20 Mei 2026, kita kembali merefleksikan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908.
Sejarah mencatat bahwa peristiwa tersebut adalah “fajar menyingsing” bagi kesadaran berbangsa, di man kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasi kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan. Semangat 1908 adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat.
Secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.
Tema ini sejalan dengan filosofi yang merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui pelindungan para tunas bangsa.
Tema tersebut juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat. Sebagaimana amanat para pendiri bangsa, kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Kita melihat Program Makan Bergizi Gratis kini telah berjalan secara masif di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk membangun fondasi fisik generasi masa depan.
Langkah ini diperkuat dengan pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, termasuk perbaikan mutu guru dan penyediaan beasiswa, guna memutus ketimpangan kualitas SDM.
Di sektor kesehatan, Pemerintah juga menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang masif untuk memastikan perlindungan medis yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Kedaulatan pangan, kesehatan, dan pendidikan kini sedang kita bangun sebagai satu ekosistem kesejahteraan yang utuh.
Upaya kesejahteraan rakyat juga diperkuat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa.
Di samping itu, sejalan dengan upaya pembangunan kualitas manusia tersebut, pemerintah juga telah melakukan ikhtiar besar dalam pelindungan generasi muda di ruang digital.
Pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) pada awal tahun ini adalah wujud nyata kehadiran negara.
Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya.
Melalui kebijakan ini, kita memastikan bahwa anak yang merupakan tunas bangsa kita mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya.
Dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita, sebagai kompas utama. Kita harus mampu mewujudkan misi tersebut untuk menghadirkan perubahan nyata dan terasa di tengah kehidupan rakyat.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, untuk kembali menyalakan api “Boedi Oetomo” dalam setiap lini kehidupan. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama.
Mengakhiri sambutan Menteri, Bupati Kendal menyampaikan, bahwa Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua, bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia. Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118. Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.
Selanjutnya pada peringatan Hari Kearsipan Nasional, Bupati Kendal menyampaikan, bahwa semangat Hari Kearsipan ke-55 tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, inovasi, dan transformasi kearsipan di Kabupaten Kendal.
Ia juga mengungkapkan, peringatan Hari Kearsipan tahun ini mengusung tema “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan menuju Indonesia Emas 2045”.
Menurut Bupati Kendal, tema tersebut mengandung makna bahwa arsip bukan hanya rekaman masa lalu, tetapi juga aset strategis bangsa yang memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan Indonesia.
“Arsip merupakan memori kolektif bangsa, sumber informasi yang autentik, serta bukti akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Untuk itu, pengelolaan arsip yang baik menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan terpercaya,” ujar Bupati Kendal, yang akrab disapa Mbak Tika.
Lebih lanjut, Mbak Tika mengatakan, Kabupaten Kendal saat ini terus bergerak menuju tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat dan transparan. Menurutnya, transformasi kearsipan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari reformasi birokrasi dan transformasi digital daerah.
Pemerintah Kabupaten Kendal berkomitmen untuk terus mendorong budaya tertib arsip di seluruh Perangkat Daerah, Sekolah, maupun Pemerintah Desa dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi digital.
Pemkab Kendal juga sangat mendukung Implementasi aplikasi SRIKANDI sebagai sistem pengelolaan arsip dinamis yang terintegrasi, juga mengembangkan aplikasi SIPANDI sebagai sistem pelaporan implementasi SRIKANDI dengan fungsi monitoring, serta kolaborasi dengan KEN SIRA (Kendal Siber Acceleration) sebagai enabler pengamanan sistem elektronik melalui Layanan Aduan Siber dan Layanan TTE terintegrasi.
“Melalui transformasi digital kearsipan ini, diharapkan dapat membangun budaya kerja yang lebih profesional, terintegrasi, dan berorientasi pelayanan publik,” harap Bupati Kendal.
Dalam kesempatan itu, Mbak Tika mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh arsiparis, pengelola arsip, serta insan kearsipan di Kendal atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga memori kolektif daerah, dan mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Mbak Tika meminta kepada seluruh pihak terkait untuk terus berkolaborasi dalam pengelolaan arsip, karena menjadi instrumen strategis dalam pembangunan. Mari kita ciptakan budaya sadar arsip mulai dari lingkungan kerja, sekolah, hingga masyarakat.
“Kita pastikan bahwa setiap dokumen penting daerah tersimpan dengan baik, mudah diakses, terlindungi keamanannya, serta mampu menjadi sumber informasi dan pengetahuan bagi generasi mendatang. Selamat Hari Kearsipan Nasional Tahun 2026, kita kabarkan semangat membangun Kendal dan Indonesia masa depan,” tutur Bupati Kendal mengakhiri amanatnya.
Usai pelaksanaan upacara, Bupati Kendal juga menyerahkan pigam penghargaan kepada para OPD, kecamatan, kelurahan, desa, dan sekolahan, serta Arsiparis teladan tingkat Kabupaten Kendal Tahun 2026 atas keteladanan dalam melaksanakan implementasi kinerja aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) dan Pengelolaan Website Desa Online Kendal Terintegrasi (Dokar) Tahun 2026.
Selain itu, juga penyerahan manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan pada Program JKM ASN Peduli Pekerja Rentan sebesar Rp. 42 juta, dan Program JKK Perlindungan Masyarakat Pekerja Rentan sebesar Rp. 70 juta.
Diskominfo Kendal/Heri