
KENDAL – Tingkat kemiskinan di Kabupaten Kendal mengalami penurunan signifikan pada tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal mencatat angka kemiskinan berada di level 8,40 persen, turun 0,95 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 9,35 persen. Data tersebut disampaikan dalam kegiatan Statistical Coaching Clinic (SCC) Indikator Ekonomi dan Kemiskinan, yang digelar dalam rangka memperingati Hari Statistik Nasional (HSN) 2025, Selasa (23/9/2025), di Aula BPS Kendal.
Acara turut dihadiri Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, serta peserta yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perguruan tinggi, perusahaan, dan pelaku usaha di Kabupaten Kendal.
Kepala BPS Kendal, Ade Sandi Parwoto, menjelaskan bahwa penurunan angka kemiskinan tersebut mencerminkan perbaikan kesejahteraan masyarakat sekaligus menunjukkan efektivitas berbagai program pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Penurunan sebesar 0,95 poin persentase ini menunjukkan adanya perbaikan kesejahteraan masyarakat dan keberhasilan program pengentasan kemiskinan yang dijalankan pemerintah daerah,” ungkap Ade Sandi.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, dunia usaha, hingga masyarakat. Program strategis seperti peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan UMKM, dan penguatan jaringan perlindungan sosial dinilai turut memberikan kontribusi nyata.
Meski demikian, Ade Sandi menilai tantangan pengentasan kemiskinan masih cukup besar. BPS mendorong agar pemerintah daerah terus memperkuat program yang tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan.
“Harapannya, angka kemiskinan dapat terus ditekan, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kendal untuk terus menekan angka kemiskinan melalui berbagai program prioritas. Di antaranya program Kendal Karir, pelatihan berbasis desa, serta kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta dan perusahaan di Kawasan Industri Kendal (KIK).
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kendal.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak, termasuk BPS Kendal, yang terus mendukung upaya bersama untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Kendal,” ujar Bupati Dyah Kartika.
Dengan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Kendal optimistis penurunan angka kemiskinan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.